Laman

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2016

Aki, Rolling Stones, dan Identitas

Oleh : Rahmat 'Rago' Hidayatullah (MC 30.311.13 BJP)

Kuspujo Utomo. (Foto :Dok. Mahacita UPI)
Langit yang cerah seketika berganti awan gelap. Rintik hujan terurai perlahan ke bumi memeluk tanah yang menjadi berubah warna. Entah kenapa hujan kali ini terasa berbeda dengan hujan yang lain, seakan menjadi sebuah pertanda.

Gemuruh suara petir beradu dengan gemuruh bising mesin diantara hujan. Kabar yang tak dapat dipercaya menyebar ke seluruh penjuru negeri, setelah kaum adam selesai berkumpul dan memanjatkan doa siang ini. Kabar yang membuat diri tidak bisa bergerak untuk beberapa saat. Tak percaya dengan apa yang baru didapat saat ini. Rona wajah penuh kesedihan menjadi jawaban sikap dari para pendengar kabar. Salah satu dari sekian banyak akar yang tetap menjaga keberadaanya dalam sirkulasi lingkaran tahun, harus lepas tanpa meninggalkan tanda.

Akar terkuat pohon kami melepaskan genggamannya pada waktu yang tidak kami kira ...

Kuspujo Utomo, anggota MAHACITA UPI angkatan pelopor, menutup usia di angka enam puluh tiga tahun. Aki Pujo, akrab dia disapa, menanggalkan banyak cerita dan juga kenangan pada masing-masing anggota Mahacita yang sejauh ini jumlahnya telah mencapai 328 anggota.

Jumat, 13 Mei 2016

SISIHKAN PAHAM TUA

Oleh : Aditya Anugrah Dwi Pratama (MC 34.325.15 CKD)

Ini bukanlah propaganda…
Menulis adalah melawan…


Brand Image Mahasiswa Pencinta Alam saat ini masih mengkhawatirkan. Anak Mapala masih erat dikaitkan dengan sosok seenaknya, sekretariat yang kumuh, kotor, tidak rapih, tidak tertib, dan tidak mau bersosialisasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain.

Secara organisasi, Mahasiswa pencinta alam juga dinilai hanya sekedar melakukan aktifitas mendaki gunung, menyusuri goa, memanjat tebing dan mengarungi jeram. Sempitnya jati diri Mahasiswa pencinta Alam ini dipengaruhi belum adanya kontribusi signifikan mereka yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal ini mengemuka dalam gelaran Seminar Nasional Gladian DIY pada Minggu 8 Mei 2016 lalu dengan topik “Pencinta Alam Masih adakah?”. 

Senin, 18 April 2016

Aliran Air Tersembunyi Sukabumi


Oleh : Galuh Raka Fauzi K. (AM. 36.03.16)

“Seekor ular raksasa di buru warga dan akhirnya terbunuh di atas sebuah dataran tinggi dengan aliran air yang mengenai taring nya” ucap seorang pejaga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Yang diucapkannya adalah legenda tentang ditemukannya air terjun bernama Curug Cimanaracun. Mungkin aneh di dengar telinga namun itulah mitos yang beredar di lingkungan warga.

Perjalanan saya bersama para penjelajah dari bangku SMA mengantarkanku kepada tempat yang tak terduga. Tempat yang hendak kami kunjungi awalnya yaitu kawasan konservasi Situ Gunung, tempat bermuaranya air dari beberapa  sumber air. Jarak yang kami tempuh untuk  sampai tempat ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki.

Selasa, 05 April 2016

Kedatangan 'Raja Terkemuka'

Oleh 
Hana Shella Fauziah (AM 36.01.16)
Sri Ayu Lestari (AM 36.09.16) 


Tepat di usianya yang ke-39, Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kedatangan 'Raja Terkemuka'. Siapa dia? bukan dia, tapi mereka..

'Raja Terkemuka' adalah makna dari nama angkatan termuda Mahacita UPI, Daniswara Prawara. Angkatan ke-36 di Mahacita UPI ini terdiri dari 12 orang anggota Muda. Daniswara Prawara dilaunching pada malam perayaan ulang tahun Mahacita ke-39 pada 26 Maret 2016 lalu.

Daniswara bermakna raja dari diri kita sendiri. Karena baik buruknya kita itu kembali lagi kepada diri kita sendiri.

Sementara Prawara bermakna terkemuka. Makna ini mencakup hal yang luas. Bukan hanya terkemuka karena menjadi yang terbaik, terpandang, atau disegani karena kedudukan, kekayaan, kepandaian. Melainkan juga seluruh kelebihan yang dimiliki dapat diberikan pada generasi penerus.

Semua orang patut menilai dirinya sebagai raja terkemuka. Karena dapat menjadi acuan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Daniswara Prawara merupakan harapan dari sebuah keluarga yang mendambakan terwujudnya harapan-harapan yang ada dalam sebuah nama. ***

Selasa, 15 Maret 2016

PENGGALANGAN DANA UNTUK KEMANUSIAAN

Oleh : Aditya Anugrah Dwi Pratama (MC 34.325.15 CKD)


Aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir Kabupaten Bandung
Bencanabanjir yang melanda Kab. Bandung dalam dua minggu terakhir mengakibatkan banyak kerugian, meskipun dalam kenyataannya bencana seperti ini kerap kali terjadi di daerah tersebut.

Melihat kejadian tersebut maka Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam, MAHACITA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berinisiatif membuka posko penggalangan dana untuk meringankan beban para korban banjir di daerah Kabupaten Bandung. Posko ini berdiri sejak Selasa, 15 Maret 2016, di depan ATM BNI gate 2 UPI, atau tepat berada di sekitar Museum Pendidikan Nasional.

Rabu, 06 Januari 2016

REALITA KEHIDUPAN BERORGANISASI

Oleh : Harry Muflih Salahuddin   ( MC 28.300.10 ACB )


Foto : Dokumen MAHACITA UPI

Ada hal yang mengganggu benak saya ketika berpikir mengenai pengkaderan anggota. Sulit saya artikan apa, mengapa, manfaat, harapan dan bagaimana. Untuk apa dalam kehidupan ini ada istilah pengkaderan? bermanfaatkah? Atau sebaliknya?

Karena membentuk suatu jiwa, mental dan loyalitas SDM itu bukanlah hal yang sesederhana pengucapannya. Perlu sebuah kesadaran yang harus kita pahami dalam membentuk sebuah kader, agar apa yang kita capai tidaklah sia-sia.

Organisasi adalah suatu wadah yang didalamnya ada beberapa orang yang memiliki suatu tujuan. Sangatlah jelas ketika kita berbicara tentang suatu organisasi maka kita perlu membentuk suatu kader, agar apa yang kita harapkan atau suatu tujuan organisasi tersebut bisa tercapai.
Loyalitas terhadap suatu organisasi itu sangatlah penting agar roda organisasi tersebut bisa jalan serta ada penerus estafet kepengurusan.


Rabu, 30 Desember 2015

TULIS DAN SEBARKAN!

Oleh: Agung Rubiyanto
MC 20 218 02 PBT

Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian
(Pramoedya Ananta Toer)

Kutipan kaliman Pramoedya Ananta Toer di atas secara jelas menggambarkan bagaimana pentingnya menulis. Di era informasi yang semakin deras sekarang ini, menulis tidak lagi menjadi monopoli satrawan, wartawan, atau penulis jurnal ilmiah. Menulis dilakukan siapa saja, seorang dokter menulis, ibu rumah tangga menulis, pensiunan menulis, petani menulis, anak presiden menulis, semua orang menulis!

Cobalah kita cek blog-blog yang berseliweran di dunia maya, hampir semua orang, dari semua kalangan dengan beragam profesi, semua menulis! Ada yang menulis sesuai bidang ilmunya masing-masing, misalnya seorang dokter yang menulis tentang ilmu-ilmu kedokteran populer di blognya dan twitter (micro blog) atau seorang praktisi pertanian yang menulis dalam blog-nya tentang tips-tips bertani dan bercocok tanam, atau ibu rumah tangga yang memilki hobi memasak yang menulis resep-resep masakan dan tips-tips di dapur dsb. Atau banyak juga blog-blog yang menulis tentang tema-tema sehari-hari atau sekedar lucu-lucuan tapi memiliki ribuan pembaca bahkan jutaan, seperti contohnya blog populer milik Raditya Dika.